Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Faktor Penyebab dan Cara Mengatasi Kemiskinan


A.   Faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan
1.      Pengangguran
Semakin banyak pengangguran, semakin banyak pula orang-orang miskin yang ada di sekitar. Karena pengangguran atau orang yang menganggur tidak bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal kebutuhan setiap manusia itu semakin hari semakin bertambah. Selain itu pengangguran juga menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat, yaitu pengangguran dapat menjadikan orang biasa menjadi pencuri, perampok, dan pengemis yang akan meresahkan masyarakat sekitar.

2.      Tingkat pendidikan yang rendah
Tidak adanya keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang lebih,  masyarakat tidak akan mampu memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik. Karena dengan pendidikan masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia.
Dengan belajar, orang yang semula tidak bisa menjadi bisa, salah menjadi benar, dsb. Maka dengan tingkat pendidikan yang rendah masyarakat akan dekat dengan kemiskinan.

3.      Bencana Alam
Banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan tsunami menyebabkan gagalnya panen para petani, sehingga tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi dan dijual kepada penadah atau koperasi. Kesulitan bahan makanan dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi.


B.   Cara Mengatasi Kemiskinan
1.      Pemerintah harus menyediakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan, agar dapat membantu masyarakat dalam memecahkan masalah kehidupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anggota keluarganya.
2.      Jangan menjadi pemalas! Selain pemerintah, masyarakat juga harus ikut andil dalam mensejahterakan kehidupan. Apabila masih belum ada lowongan pekerjaan, masyarakat bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, lebih bagus jika lapangan pekerjaan buatan sendiri itu bisa menampung orang lain untuk menjadi karyawan kita.
3.      Bantuan pendidikan dan kursus gratis dari pemerintah kepada masyarakat kurang mampu agar dapat melanjutkan sekolahnya tanpa bingung soal biaya. Kursus menjahit, memasak untuk ibu-ibu atau bapak-bapak, serta menyediakan fasilitasnya, seperti mesin jahit dan peralatan memasak agar setelah selesai kursus, para bapak dan ibu tersebut bisa langsung mempraktikkan keahliannya di lingkungan dimana mereka tinggal.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments9

Contoh Langkah-Langkah Layanan Bimbingan Konseling


FKIP PGSD
KELAS 1C

1.        DINDA MARDIANA
2.       EKA DEVI APRILIANI
3.       EKA TRISNANITA
4.      OKTAVIA CAHYANTI

1.   IDENTIFIKASI MASALAH
Bunga adalah siswa kelas V SD yang berumur 11 tahun, Bapaknya adalah seorang pensiunan Gudang Garam, Ibunya buka warung di rumah. Dia adalah anak keempat dari 4 bersaudara. Dia termasuk anak yang pandai, supel, dan “kemayu” istilah jawanyanya. Dia merupakan salah satu anak yang mengalami penurunan prestasi belajar. Pada saat kelas 1 dia mendapat peringkat 1 di kelasnya berlanjut sampai kelas 3 tapi pada saat kelas 4 dia mengalami penurunan prestasi, menjadi peringkat 10 besar sampai kelas 5 sekarang ini.

2.  DIAGNOSIS
Berdasarkan informasi dari orang tuanya, maka dapat didiagnosis bahwa penurunan prestasi belajar pada Bunga disebabkan oleh:
a.    Bobot mata pelajaran yang semakin berat
b.    Terlalu sering bermain dengan teman-temannya
c.    Suka bermain handphone
Dari penurunan prestasi belajar tersebut, orang tua Bunga sudah menganjurkan kepada Bunga agar bersedia mengikuti les tapi Bunga mengeluh karena tempat les yang dianjurkan oleh orang tuanya tersebut melewati atau menyeberang jalan raya dan Bunga juga meminta agar dia dicarikan tempat les lain yang lebih dekat, lebih nyaman, dan tidak perlu menyeberang jalan raya.
Dan timbul satu permasalahan lagi, yaitu ketika belajar, Bunga tidak pernah mau belajar di luar kamar, dia selalu belajar di dalam kamar. Dan ketika dicek oleh orang tuanya, dia memang sedang belajar. Namun pertanyaanya, apakah Bunga benar-benar belajar, ataukah dia hanya berpura-pura belajar dan melakukan hal lain di luar pengawasan orang tuanya??
Tapi disisi lain, berdasarkan informasi dari guru Bunga, sikap Bunga saat di kelas:
a.    Baik
b.    Aktif bertanya jika kurang jelas
c.    Aktif menjelaskan kepada teman-temannya
d.    Nyambung saat diajak berbicara
e.    Tapi juga kurang teliti
Tidak ada usaha untuk memperbaiki kesulitan belajarnya + yang ada dipikirannya hanya lawan jenis yg disukainya
Jenuh belajar + tertarik  lawan jenis
Pintar
      Dari keterangan yang telah berhasil kami kumpulkan, kami memperkirakan bahwa masalah yang dihadapi oleh Bunga bersumber dari dalam diri Bunga sendiri. Sebenarnya Bunga itu siswa yang pandai tetapi dia kurang bisa mengontrol dirinya. Perkiraan ini kami buat karena dari pihak keluarga, Bunga telah dididik dengan baik. Kemungkinan Bunga mengalami kejenuhan terhadap cara belajar, dan materi pelajaran di sekolahnya, disamping itu Bunga juga telah mengalami ketertarikan terhadap lawan jenisnya.
Dia tetap bersikap seperti biasanya krn sebenarnya Bunga mrupkn siswa yg pandai, dia tetap aktif di kelas tp dia tdk mau  berpikir terlalu berat
Terlalu banyak materi yg diberikan yg melebihi kapasitas
 

3. PROGNOSIS
      Setelah melakukan diagnosis, kami (konselor) melakukan pendekatan kepada Bunga dan berusaha memberikan motivasi untuk mengembalikan semangat belajarnya, serta memberi arahan kepada orang tuanya agar sedikit mengurangi kebebasan Bunga untuk terlalu sering bermain.
      
      Beberapa kemungkinan apabila masalah-masalah yang dihadapi Bunga bisa diselesaikan, yaitu:
a.    Bunga akan kembali bersemangat dalam belajar
b.    Prestasi Bunga kembali meningkat
c.    Bunga akan lebih berkonsentrasi dalam menerima materi pelajaran
      Sebaliknya, beberapa kemungkinan apabila masalah-masalah yang dihadapi Bunga masih belum bisa diselesaikan, yaitu:
a.    Tidak ada perubahan prestasi belajar
b.    Bunga akan semakin malas untuk berpikir
c.    Kesulitan belajar yang akan datang semakin sulit untuk dipecahkan

4.    PEMBERIAN BANTUAN
       Dengan memberikan konseling individu untuk lebih mengenal watak dan karakter Bunga. Setelah melakukan pendekatan dengan Bunga, kami akan memberi masukan kepada Bunga bahwa belajar merupakan kewajiban bagi siswa. Serta memberikan motivasi bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Misalnya: membuat media belajar yang menarik dengan dibantu oleh orang tua atau kakak-kakaknya. Dengan begitu diharapkan Bunga tidak akan merasa bosan dengan cara belajarnya atau merasa jenuh dengan materi pelajaran.

       Selain memberikan konseling kepada Bunga, kami juga perlu mengadakan pertemuan  dan sharing masalah Bunga dengan orang tuanya, agar lebih bisa mengawasi dan memberi batasan waktu bagi Bunga untuk bermain (bermain handphone atau bermain di luar =>> dolan). Selain itu orang tua juga harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan nyaman, seperti memberikan fasilitas belajar yang lengkap, menemani Bunga disaat belajar, dan sebaiknya orang tua atau kakak-kaknya tidak menyalakan radio, televisi, atau apa saja yang nantinya bisa mengganggu Bunga saat belajar. Sehingga Bunga dapat berkonsentrasi dan fokus dalam belajar.

Kerjasama dengan guru:
Mungkin dengan mengubah metode mengajarnya, dengan cara-cara yang menyenangkan. Misal:
a.    Metode ceramah >> diselingi dengan menyanyi bersama, sehingga siswa dengan guru tidak cepat bosan dan suasana KBM terasa menyenangkan.
b.    Metode diskusi >> berkelompok, hasil dari kerja kelompok dikumpulkan, memberikan kesempatan setiap siswa untuk mengemukakan pendapatnya dengan diiming-imingi tambahan nilai bagi yang tercepat.

5. EVALUASI DAN TINDAK LANJUT
      Setelah kami (konselor) memberikan konseling kepada Bunga dan orang tuanya. Kami akan melihat perubahan pada diri Bunga dalam waktu yang ditentukan (1-2 Bulan). Dilihat dari:
a.    Sikap Bunga di rumah (sering tidaknya Bunga belajar, bermain handphone, bermain di luar =>> dolan)
b.    Nilai Bunga di kelas, baik nilai kognitif, afektif, dan psikomotorik

      Apabila tidak terjadi perubahan dalam diri Bunga, kami (konselor) akan mengadakan konseling kembali. Dengan mengubah strategi awal, yakni:
a.    Memberikan arahan atau masukan lagi kepada orang tuanya untuk  memberikan penghargaan (hadiah) kepada Bunga saat Bunga mendapatkan nilai bagus atau prestasi belajarnya meningkat
b.    Memberikan sanksi apabila Bunga mendapat nilai jelek atau menunjukkan prestasi belajar yang menurun

Dengan penghargaan (hadiah) dan sanksi (hukuman) yang ditujukan kepada Bunga tersebut, kita bisa melihat usaha apa yang akan dilakukannya, dan diharapkan Bunga akan lebih giat lagi dalam belajar, sehingga prestasi belajarnya dapat meningkat kembali.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments1